Jika pemeriksaan fisik hasilnya normal dan tidak ada gangguan, yang menjadi perhatian berikutnya adalah masalah psikis, yakni Mama mengalami stres. Berikut beberapa hal yang perlu Mama lakukan untuk mengatasinya.

Baca juga : tes toefl Jakarta

  • Cuti Kerja dan Berlibur Mungkin Mama stres karena aktivitas pekerjaan yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Mama bisa merancang waktu untuk mengambil cuti beberapa hari, nikmati waktu cuti dengan kegiatan yang menyenangkan bersama pasangan. Misalnya, pergi berdua ke tempat-tempat romantis dan lakukan aktivitas menyenangkan di sana. Lepas semua masalah pekerjaan, fokus menikmati kebebasan dari pekerjaan meski hanya sesaat. Banyak tempat bisa menjadi pilihan, pantai, danau, pegunungan, atau hotel di tengah kota. Yang terpenting, Mama dan Papa bisa menikmatinya dengan maksimal. Cobalah cari tempat-tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi, di internet biasanya banyak yang sharing mengenai ini. Supaya tidak melelahkan, manfaatkan biro perjalan an wisata yang bisa mengurus semua keperluan Mama dan Papa.

  • Kurangi Beban Kerja Jika memungkinkan, ajukan permintaan keringanan pekerjaan, misalnya mengurangi jam lembur, mutasi ke tempat yang lebih ringan, membagi pekerjaan kepada pegawai lain, dan lainnya. Jangan pesimis bahwa hal ini tidak dikabulkan, cobalah dahulu siapa tahu atasan bermurah hati. Sebab jika beban pekerjaan berkurang Mama mungkin tidak akan stres seperti sebelumnya.
  • Cuti Panjang atau Resign Segala usaha untuk lebih meringankan sudah dilakukan, namun Mama tak kunjung hamil juga. Mungkin, stres tidak datang dari pekerjaan melainkan hal lain. Mungkin saja Mama stres karena harus berangkat pagipagi sekali dan pulang sudah malam, macet di perjalan an, rutinitas yang sudah pada taraf membosankan, dan lainnya. Mama mungkin perlu mempertimbangkan untuk meminta cuti panjang, 1 bulan misalnya. Ini pun seandainya memungkinkan.

Jika tidak memungkinkan sementara Mama sudah sangat ingin hamil, mungkin perlu mempertimbangkan apakah harus keluar dari pekerjaan atau tidak. Dalam cuti panjang tersebut Mama bisa mengondisikan tubuh dalam keadaan benar-benar nyaman, tidak ada beban pikiran, dan memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang menyenangkan. Di saat inilah Mama bersama pasangan bisa lebih saksama menghitung masa subur dan melakukan hubungan intim di saat yang tepat. Tentu, menghitung masa subur tidak membuat Mama terbebani pikirannya.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *