Bisnis Artis Cyntia – Jual Nasi Kepel Dulu Ngojek Kini Bermobil

Awalnya hanya men-share resep dan foto makanan ke twitter, tapi ternyata banyak follower penyanyi Cynthia Lamusu (36), ingin mencicipi makanan khas Gorontalo yang dibuatnya. Jadi lah kemudian, ia membisniskan makanan yang dibuatnya. Untuk bisnis yang dilakukan secara online ini, ia bisa mendapatkan omzet Rp75 juta – Rp80 juta per bulan. Sebuah mobil Daihatsu GranMax, dan 2 sepeda motor Yamaha Mio berlabel Dapur Mama Thia (DMT), usaha katering makanan milik Thia, panggilannya, nampak berjejer rapi di depan halaman rumahnya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Kendaraan tersebut, tengah bersiap-siap mengantar beberapa boks nasi kepel untuk makan siang ke berbagai perkantoran di kawasan Sudirman, dan Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan minimal order untuk sekali pesan 2 boks. Selain perkantoran, kawasan perumahan sekitar Bintaro, Tangerang, merupakan konsumen terbesarnya. Bila antaran hingga 19 boks (1 boks isi 12 nasi kepel), cukup menggunakan kendaraan motor roda 2. Namun bila lebih, antaran menggunakan mobil. “Sekali antar, bila seputaran Jakarta biaya transportasinya Rp25.000. Untuk daerah Depok, Tangerang dan Bekasi, antara Rp30.000 – Rp35.000, tergantung jauh-dekatnya,” papar istri bintang sinetron Surya Saputra ini. Hampir setiap hari, ketiga kendaraan tersebut dipergunakan untuk mengantar nasi kepel.

Karena itu, ia memilih kendaraan yang bisa diandalkan. Seperti GranMax, ia memilih kendaraan itu, lantaran setelah disurvei banyak usaha katering mengandalkan minibus tersebut. “Apalagi memang, merek Daihatsu sudah terbukti keunggulan mesinnya, dan bengkelnya ada di manamana,” papar Thia.Tiga kendaraan niaga dibeli dari hasil keuntungan usaha katering yang sudah dimulai sejak 3 tahun lalu ini. Padahal saat memulai usaha, ia mengandalkan jasa ojek langgananuntuk mengantarkan pesanan.

Jasa Ojek Langganan

Kendaraan-kendaraan tersebut dibeli, dari hasil keuntungan usaha katering yang sudah dimulai sejak 3 tahun lalu ini. Padahal saat memulai usaha, ia mengandalkan jasa ojek langganan untuk mengantarkan makanan pesanan. Hasil keuntungan dari katering DMT ini, Thia juga sudah mempunyai dapur untuk pengolahan makanan sendiri. Awalnya, ia menggunakan dapur rumahnya. Bila pertama kali usaha, ia yang memasak dan membuat resepnya sendiri, dengan tenaga tambahan 2 orang pembantu rumah tangganya, kini usaha DMT sudah memiliki 5 orang karyawan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *