Categories
Rumah

Jalan – Jalan Pecinan di Jakarta Bagian 2

VIHARA DHARMA SAKTI

Vihara ini berada satu kompleks dengan Vihara Dharma Bakti, yang merupakan vihara tertua di Jakarta yang dibangun tahun 1640. Biasanya, tujuan utama masyarakat adalah Dharma Bakti, namun sayangnya, vihara ini mengalami musibah kebakaran bulan Maret 2015 lalu dan hingga sekarang belum dibangun kembali. Vihara Dharma Sakti dibangun tahun 1938. Tergolong baru memang jika dibandingkan dengan vihara-vihara lain yang ada di kawasan Petak 9. Namun di sini Anda tetap bisa menyaksikan arsitektur vihara yang didominasi dekorasi lampion dan warna merah.

Baca juga : Jual genset 500 Kva di Surabaya

VIHARA TANDA BAKTI

Di ujung jalan Kemenangan, terdapat satu vihara lagi yang patut dikunjungi. Dari depan, vihara yang dibangun tahun 1758 ini tak tampak seperti bangunan lama karena bagian depannya memang baru saja dibangun. Pun dengan atapnya. Keaslian baru tampak di bagian belakang. Dindingnya memang dilapisi keramik modern, namun beberapa struktur kayu masih dipertahankan, termasuk pada pintu depan.

Berbeda dengan vihara lainnya, di vihara ini ada courtyard luas di tengahnya—ciri khas bangunan China zaman dulu kala. Courtyard berisi kolam ikan koi ini memisahkan klenteng bagian depan dan belakang. Dibanding vihara lain, di sini tampak sepi. Mungkin disebabkan dahulu vihara ini hanya dibangun untuk marga tertentu.

RUMAH KELUARGA SOUW

Berbelok ke kiri dari Vihara Tanda Bakti, Anda akan menemukan Jalan Perniagaan, yang dulu dikenal dengan nama Jalan Patekoan. Di sepanjang jalan yang padat dengan toko ini terdapat beberapa sisa-sisa bangunan Tionghoa, walaupun tidak dalam keadaan baik. Paling tidak, Anda masih bisa menemukan atap khas Tionghoa, atap dengan ujung melengkung.

Yang cukup terkenal adalah kediaman keluarga Souw, yang berada tepat di sebelah Pasar Perniagaan. Rumah yang dibangun tahun 1816 ini adalah milik Souw Siauw Tjong, yang dikenal sebagai pengusaha berjiwa sosial. Bangunan ini masih terjaga keasliannya walaupun keadaan luarnya tampak tak terurus dan bagian depannya dipenuhi kendaraan yang parkir. Interior dalam rumah ini masih terawat seperti aslinya dengan hiasan-hiasan kuno, lukisan dan foto para pendahulu, lengkap dengan meja altar untuk menghormati arwah leluhur.

Namun sayangnya, rumah ini tak boleh dimasuki oleh umum. Selain rumah keluarga Souw, di ujung jalan Perniagaan juga ada bekas toko obat Lay An Tong, toko obat tradisional Tionghoa yang amat terkenal di zaman Belanda. Sampai tahun 2010, toko obat ini masih beroperasi, tapi sekarang digunakan untuk menjual mesin jahit dan perlengkapannya. Namun, Anda masih bisa melihat bentuk bangunannya yang masih asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *