Categories
Berita

Apa Itu E-faktur dan Fungsinya Untuk Wajib Pajak

Apa Itu E-faktur dan Fungsinya Untuk Wajib Pajak

Tahukah Anda bahwa sesuai peraturan yang telah diterbitkan oleh Direktorat Jendereal Pajak, dengan nomor PER-31/PJ/2017, tertanggal 1 April 2018, semua e-faktur yang telah diterbitkan bagi wajib pajak orang pribadi yang tidak mempunyai NPWP, maka diwajibkan untuk mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau bisa juga menggunakan paspor bagi WNA. Peraturan ini sengaja dibuat dengan beberapa pertimbangan untuk pembeli maupun penjualnya.

Sumber : Konsultan Pajak Jakarta

Bagi pembeli, faktur pajak adalah bukti jika pembeli sudah melakukan kewajiban perpajakan dengan cara membayar PPN atau pembelian BKP (Barang Kena Pajak) maupun Jasa Kena Pajak (JKP). Ada pun kepentingan lainnya adalah sebagai barang bukti tanggung renteng Pajak Pertambahan Nilai di masa depan, maka perlu adanya faktur pajak yang di dalamnya mencantumkan identitas dari pembeli jadi lebih aman dan terlindungi.

Sedangkan untuk penjualnya, apalagi penjual sekaligus pengusaha yang kena pajak diharuskan untuk membuat faktur pajak yang sudah mencantumkan keterangan sesuai kondisi sebenarnya, tidak terkecuali dengan identitas pembeli seperti nama, alamat juga NPWP pembelinya.

Apabila pembeli pribadi tidak mempunyai NPWP maka si wajib pajak diharuskan untuk mencantumkan NIK atau paspor bagi WNA. Jika Anda mengisi kolom NPWP dengan serangkaian nomor namun nomor paspor atau NIK dikosongkan, maka e-Faktur Anda tidak bisa diterbitkan. Jika e-Faktur telah diterbitkan tanpa mencantumkan keterangan asli dengan kondisi sebenarnya maka e-faktur tersebut termasuk jenis e-faktur yang telah diterbitkan tidak berdasarkan pada transakis sebenarnya, jadi akan ada konekuensi atas kondisi tersebut.

Sedangkan untuk PKP termasuk pedagang eceran, atas data transaksi penyerahan secara eceran pada konsumen akhir akan tetap diberlakukan peraturan DJP nomor PER-58/PJ/2010, jadi tidak perlu lagi untuk mencantumkan NIK atau juga nomor paspor pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.

Secara umum, semua ketentuan ini untuk membantu melindungi PKP supaya diperlakukan sama di antara pengusaha, karena prakteknya, disinyalir banyak sekali pengusaha pribadi yang sengaja membeli barang besar-besaran untuk dijual atau diolah lagi namun mengaku tidak punya NPWP supaya tetap tidak termasuk dalam system perpajakan.

Categories
Rumah

Contoh Desain Rumah yang Nyaman di Jakarta

Contoh Desain Rumah yang Nyaman di Jakarta – K etika membeli sebuah rumah, tak jarang Anda akan menemukan sisa lahan yang kosong. Lahan tersebut sayang bila tidak digunakan saja sebagai tambahan lahan untuk memperluas bangunan. Inilah yang dirasakan oleh pasangan Yosse Limento dan Lie Mai Fang. Setelah membeli sebuah rumah di kawasan Alam Sutera, Yosse memutuskan untuk mengoptimalkan luas bangunan dengan menggunakan separuh halaman sampingnya. Bahkan, Yosse juga mengubah desain interior rumah tersebut. Dua perombakan tersebut ia percayakan sepenuhnya pada arsitek Doddy Sunarya. Perombakan bangunan memang terfokus pada penambahan luasan saja. Halaman samping yang tadinya berbentuk teras diubah menjadi ruang tamu. Dengan bertambahnya lahan yang dibangun, bertambah pula luas lahan untuk ruang lain seperti kamar tamu dan kamar mandi bawah.

Peluasan lantai bawah lantas diseimbangkan dengan peluasan lantai atas, yaitu pada kamar tidur utama. Tak hanya fisik bangunan terlihat lebih besar, interior rumah pun terlihat lebih lapang. Ini sesuai dengan keinginan Yosse akan hunian yang terlihat lega dan dinamis. Desain dibuat minimalis untuk mengoptimalkan ruang gerak penghuni, sehingga kesinambungan terlihat dari satu ruang ke ruang lain. Untuk urusan furnitur, Yosse ikut turun tangan mencari dan memilah-milah bentuk dan desain yang cocok. Namun semua itu tentu tetap ia rundingkan terlebih dahulu dengan si arsitek. Konsep warna interior didominasi cokelat. Tujuannya adalah menciptakan citra ruang senetral mungkin, agar tetap cocok dengan warna apapun yang nantinya ditambahkan

Dinding Berisi Teko

Yosse telah mengunjungi banyak negara di dunia. Dan salah satu hobinya adalah mengumpulkan teko-teko teh dari negaranegara tersebut. Teko teh kecil dengan berbagai bentuk. Untuk koleksinya ini, Yosse meminta kepada Doddy agar dibuatkan rak khusus memajang. Dengan rak itu, Yosse ingin memajang teko-teko tehnya secara rapi tanpa terkena debu. Alih-alih membuatkan rak biasa, Doddy punya satu desain yang lebih menarik. Dibuatkanlah sebuah rak kaca yang tertanam pada bagian tengah dinding ruang. Enam ambalan kaca yang berisi barisan teko terlihat seperti sekat ruang yang unik. Rak yang tertanam di dalam dinding ini tentu lebih menghemat tempat dibanding rak pajang biasa, dan tentunya lebih menarik

Furnitur yang Menyatu

Aktivitas yang berlangsung dalam sebuah ruangan menjadi penentu jumlah furnitur yang dibutuhkan. Ada kalanya luas ruangan kurang mendukung untuk memuat semua furnitur. Bila dipaksakan, tentu ruang akan menjadi sumpek dan mengganggu ruang gerak si pengguna. Salah satu solusi yang cukup unik adalah dengan menggabungkan 2 furnitur yang berbeda sehingga lebih hemat tempat. Seperti yang terlihat pada kamar anak ini. Dalam kamar tidur ini dibutuhkan rak buku dan juga meja tulis. Kedua furnitur tersebut tersambung pada bagian kakinya, di mana ujung kanan meja tulis langsung terpasang pada bagian depan rak. Dengan demikian, bentuk furnitur jadi menyiku dan sesuai untuk ditempatkan di sudut kamar. Menyatukan beberapa bentuk dalam satu furnitur memberikan tampilan yang unik pada desain Doddy.

Gunakan Genset

Genset merupakan perangkat penting agar rumah anda tetap teraliri listrik dengan baik. Dengan adanya genset pasokan listrik di rumah akan tetap aman dan aktifitas anda di rumah tidak akan terganggu. Olehkarenanya pastikan anda membeli genset di distributor jual genset jakarta terpercaya di Indonesia

Categories
Berita

Pembatasan Impor Berpotensi Tekan Daya Beli

JAKARTA – Hari ini pemerintah akan mengumumkan daftar 500 barang konsumsi yang akan dibatasi impornya melalui penyesuaian tarif pajak penghasilan Pasal 22. “Kami sudah selesai mengidentifikasi dari sekitar 900 kode sistem harmonisasi barang. Ini bukan bahan baku atau barang modal, melainkan barang konsumsi yang levelnya tersier, bukan primer,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kemarin. Namun pemerintah mewaspadai dampak lanjutan dari kebijakan pembatasan impor barang konsumsi ini, yaitu dapat menyebabkan tekanan terhadap daya beli masyarakat. “Jadi, kami melihat kemungkinan terjadinya tekanan terhadap konsumsi apabila kami melakukan langkah yang cukup drastis dalam mengendalikan impor barang konsumsi, cepat atau lambat akan ada tekanan di agregat permintaan,” ucap Sri Mulyani. Dia mengatakan selama ini konsumsi rumah tangga masih menjadi sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, porsinya mencapai 56 persen. “Untuk itu, kami mengharapkan kondisi seperti ini dimanfaatkan industri dalam negeri untuk memproduksi substitusi barang impor,” ucap Menteri Sri. Di satu sisi, Sri Mulyani memastikan pemerintah juga akan terus mengawasi kesiapan dan ketersediaan suplai dari industri dalam negeri. Pengaruh kebijakan tersebut terhadap inflasi, berdasarkan kajian yang dilakukan, cenderung kecil. “Khusus untuk impor perusahaan BUMN, kalau memang tetap diperlukan, diupayakan tanpa memberikan dampak terhadap sentimen kurs,” katanya.

Adapun kebijakan pengendalian impor ini sedari awal memang diharapkan dapat memperbaiki kinerja perdagangan serta defisit neraca transaksi berjalan (CAD). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, dalam memilih kriteria komoditas yang dibatasi impornya, akan disesuaikan dengan kemampuan industri dalam negeri untuk menyediakan substitusinya. Namun pemerintah tidak bisa memberikan sanksi jika masih ada pelaku industri yang mengimpor barang. “Terkait dengan barang konsumsi, ya silakan dibatasi, seperti juga terkait barang mewah, misalnya mobil di atas 3.000 cc, kami akan batasi atau stop dulu sementara,” ujarnya. Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta impor barang konsumsi yang tergolong mewah dapat ditahan sementara waktu. “Ferrari, Lamborghini, mobil besar, tidak perlu masuklah yang mewah. Kemudian parfum mahal dan tas Hermes,” ucapnya. Meskipun nilai impornya tak terlalu besar, Kalla mengatakan hal ini dapat membantu upaya pemerintah untuk mengurangi defisit neraca pekerjaan. “Intinya dengan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor yang tidak perlu.” Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani, meminta pemerintah berhati-hati dalam penerapannya. “Karena saat ini industri manufaktur kami mulai tumbuh. Jangan sampai ini menjadi kontra-produktif terhadap keinginan kita untuk mendorong ekspor bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Shinta menambahkan, saat ini Indonesia tengah giat membuka peluang kerja sama perdagangan bebas dan getol menarik investasi. “Takutnya, bila kami menerapkan kebijakan ini, akan memberi kan mixed signals kepada investor maupun mitra perdagangan kami,” ujarnya.

“Selain harus tetap waspada terhadap kebijakan revitalisasi yang mungkin dihadapkan kepada kami.” Sementara itu, pengendalian impor ini juga tak luput dari apresiasi positif pelaku usaha. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia, Redma Gita Wirawasta, mengatakan pengurangan impor ini dapat mendorong kinerja industri tekstil dan produk tekstil dari hulu ke hilir. Redma menjelaskan bahwa konsumsi tekstil dan produk tekstil dalam negeri meningkat rata-rata 6 persen per tahun, tapi pertumbuhannya dinikmati oleh barang-barang impor yang membanjiri pasar. “Padahal produsen dalam negeri sangat bisa mensubstitusi produk impor karena rata-rata utilisasinya baru 73,8 persen,” kata Redma. Dia mencontohkan produk impor yang bisa dibatasi adalah HS 54 dan 55, dari serat, benang, hingga kain. Sebab, kualitas dan kapasitas dalam negeri sangat memadai.